sekolah tua
Aku adalah seorang siswi baru di
sekolah favorit ini, namaku arinda. sekolah ini sudah berdiri sejak zaman
kakeku, konon ini adalah sekolah SMA satu-satunya disini sebelum lahir SMA-SMA
yang lainnya.
ini adalah hari pertamaku sekolah
dan belajar disini setelah 3 yang lalu aku
menjalani MABIS ( masa bimbingan sekolah) . Bangunan yang cukup unik dan megah,
sampai aku berdecak kagum. Kedua kakaku juga dulu sekolah disini, tak heran
jika aku masuk ke sini pula karena ibuku yang memaksa, ibuku sudah kenal dengan
semua guru-guru bahkan staff TU, padahal aku sangat tidak ingin bersekolah
disini, aku tidak mau! Aku ingin masuk ke sekolah menengah kejuruan, aku suka
dengan dunia desain, dan aku ingin masuk Multimedia. Aah ibu, seandainya saja
aku bukan anak yang penurut, aku sudah menolak permintaanmu.
Sambil menunggu guru yang masuk,
aku jadi ingat cerita semalam. Tadi malam aku diceritakan kisah-kisah mengenai
sekolah tua ini, ups aku sebut saja sekolah megah ini ya agar terlihat elegan.
Tadi malam aku diceritakan beberapa kisah aneh oleh salah satu kakaku, namanya
roy, dia bercerita bahwa di toilet putra sering terjadi suara-suara atau
penampakan aneh. Aku pura-pura takut saja, padahal aku sama sekali tidak takut karena
aku kan seorang wanita, tidak akan mungkin masuk ke toilet putra. Ini sangat
konyol, dia bercerita bahwa penunggu toilet putra itu adalah seorang nenek tua
berbaju merah dan sering muncul ketika hanya satu orang saja di dalam kamar
mandi itu, selain menampakan diri, nenek tua berbaju merah itu selalu menangis
sambil melambaikan tangannya, tak heran para korban ketakutn dan tidak berani
lagi pergi ke toilet sendiri. Hmm aku sama sekali tidak merinding mendengarnya,
karena aku tidak pernah percaya hal seperti itu. Terbukti dengan rasa nyamanku
berada di kelas ini sekarang, semua berjalan dengan baik, menurutku itu
hanyalah kisah konyol yang tidak nyata, dan aku hanya hidup di dunia nyata.
Teman-temanku sering bercerita bahwa ia pernah bertemu dengan neneknya di kamar
mandi sedang berdiri dan tersenyum kepadanya padahal neneknya sudah meninggal 3
hari lalu, ah cerita aneh. Mana mungkin orang sudah meninggal hidup lagi bukan?
Sudah waktunya pulang, dan
lonceng sekolah sayup-sayup terdengar karena disaingi dengan suara derasnya
hujan. Aku harap hari ini ibu jadi menjemputku pulang dihari pertama masuk
sekolah ini, karena jika tidak, aku sudah mengancam akan pindah sekolah. Hujan
turun dengan derasnya, karena cuaca sangat dingin dan membuat aku sedikit
beser, aku kemar mandi sebentar untuk buang air, setiba di kamar mandi tidak
ada siapa-siapa dan seketika itu aku teringat cerita tentang kakakuu tadi
malam. Tapi ini kan toilet putri, ah mana mungkin “ hantu itu tidak ada dan
tidak pernah ada, hantu tidak nyata dan aku hanya hidup di dunia nyata!” aku
berkata sambil berteriak di depan cermin. Tak terasa air mata metes begitu
saja, entah perasaan apa itu, takut, kesal, menyesal, aku tidak mengerti.
“kamu bicara apa nak?” tiba-tiba
ada seorang ibu-ibu berpakaian serba putih keluar dari pintu toilet belakang.
Huft akhirnya ada orang juga, aku merasa lega.
“hehe tidak apa-apa bu, aku hanya
ingin meyakinkan diriku sendiri bahwa hantu itu tidak pernah ada, hantu
hanyalah omong kosong, aku tidak pernah percaya pada hantu atau kisah-kisah
tentang hantu”
“kamu tidak boleh seperti itu,
hantu juga ciptaan tuhan, hanya saja dari asal yang berbeda dengan manusia, oh
iya perkenalkan, nama ibu fatimah isabel. Ibu punya ini, sapu tangan untuk
menghapus air matamu”
Dangan ramah ibu itu
menasehatiku, raut wajahnya terlihat pucat pasi, rasanya ia sedang sakit,
pertemuan singkat di toilet itu membuat aku ingin bercerita kepada kedua kakaku
dan membuktikan bahwa di toilet tidak pernah ada hantu, apalagi nenek-nenek
berbaju merah, yang ada ibu-ibu baik hati yang memberikanku sapu tangan.
Sesampainya dirumah aku langsung
bercerita kepada kakaku mengenai ini, dan ia sontak kaget setelah aku
menyebutkan namanya dan ciri-cirinya.
“ kamu yakin namanya fatimah
isabel, setauku dia wanita blasteran belanda yang sangat senang memakai baju
putih, dia guru bahasa inggris dulu, tapi beliau sudah meninggal sejak aku
duduk dikelas 3, sesaat sebelum Ujian Nasional beliau tewas dikamar mandi”
Apaaa?
*continue






0 komentar:
Plaas 'n opmerking