nasyid

berawal dari sebuah pengorbanan dan rasa solidaritasku terhadap Kelas ini, sebut saja kelas ini dengan nama Zombie, yang kita singkat saja menjadi zm, jadi ceritanya itu si zm akan mengikuti perlombaan nasyid antar kelas dalam satu sekolah, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. hari itu tepatnya hari jum'at, hari yang sangat singkat dan menyenangkan, Alhamdulillah :) pada jum'at itu tiba-tiba anggota zm yang lain mengajak saya untuk berpartisipasi pada group nasyid kami, sontak saya kaget. karena pada awalnya, minggu lalu dalam kesepakatan itu saya hanya mengikuti CCPAI (Cerdas Cermat Pendidikan Agama Islam) dan group nasyid pun sudah ada jadi saya tak perlu repot untuk latihan nasyid pada saat itu. dengan mimik muka yang mengharukan, sebut saja namanya mutia, si mutia meminta saya untuk bergabung dalam tim nasyid dan langsung latihan hari itu juga. inalillah -_- yang lebih parahnya lagi, ternyata jum'at itu adalah H-1 dalam babak penyisihan. saya sempat bingung, karena pada saat itu saya berniat akan berlajar untuk ulangan matematika. tapi, melihat mereka, rasanya saya pun malu. mereka saja bisa membagi waktu, mengapa saya tidak? baiklah, dengan senang hati saya memutuskan untuk gabung bersama mereka.

sebelum latihan, saya menerapkan berbagai metode-metode latihan, pun dengan teman-teman saya yang lain. sebelum mulai latihan, kami awali dengan do'a, alfatihah, serta saya meminta ketulusan hati teman-teman bahwa kita mengikut lomba ini hanya untuk berpartisipasi, untuk menampilkan yang terbaik, jangan berputus asa walaupun hanya latihan dalam 1 hari ini saja. lalu teman saya yang lain pun mempunyai metode tersendiri dalam latihan itu, membagi suara, menyamakan suara. walaupun saya tidak mengerti dunia ini :D saya ikuti detik demi detik latihan ini, dengan niatan bahwa, duh Allah, hamba menyeru asmamu lewat syair nasyid ini, ridhoi kami ya Allah :')
sabtu pun tibaa, pada sela-sela waktu seblum lomba itu kami manfaatkan untuk latihan, menyamakan suara, koreografi, dan juga mimik muka yang sesuai dengan lagu ini. dan ternyata, ke esokan harinya zm mendapat kabar bahwa Nasyid mendapat juara 1. subhanallah, terdengar rada aneh, dan kami semua berkata bahwa " ini tidak mungkin, padahal kami latihan hanya pada waktu H-1, dan sepertinya kelas yang lain  lebih memiliki banyak peluang untuk menang" subhanallah, ternyata itu bukan berita kosong. tim nasyid zm tertawa kecil mengingat tak ada setitik kecil pun mimpi untuk menjadi juara 1.
pada babak penyisihan tersebut, ternyata yang menjadi juara satu pada semua perlombaan akan ditampilkan dalam acara Tabligh akbar SMAN 1 Kab.Tangerang.




tim nasyid zm kembali tertawa kecil. baiklah, awalnya kami hanya tampi dihadapan dewan juri yang jumlahnya dapat dihitung jari. karna terget kami pada saat itu pun hanya ingin berpartisipasi saja. tapi mengapa kami jadi seperti ini, dapat dilihat oleh semua siswa-siswi sekolah dan guru-guru beserta staff nya. aku tersenyum kala itu. Rabb, engkau memberikan kemudahan pada siapa saja yang engkau kehendaki.

Megan, ceceu, dea, mutia



denngan berbagai kekuatan, kami bertekad mebulatkan niat. bahwa kami tampil untuk mensyiarkan nada-nada yang mengajak kepada mengingat Allah. niatkan karena Allah. dan kala itu, kami latihan dengan semangat. dengan penuh rasa bersyukur atas nikmat Allah, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa membanggakan wali kelas kami, Bu Mumun :)












  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

mungkin, ini tentang hidup

"Ce.. ayolah kita bangkit. Allah tidak melihat kesuksesan atau tidak nya. tapi melihat prosesnya"
baiklah. kata-kata ini yang membuat aku semakin menyadari, bahwa hidup itu tidak semudah yang ada di fikiran ku saja. hidup perlu perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang ingin digapai. ketika menginginkan air kelapa muda yang segar, perlu galah untuk mengambilnya, ketika tak ada galah, kita harus memanjat pohon kelapa hingga ke puncaknya. memang, hidup juga tak semudah mengambil buah kelapa di pohonnya bukan?!
aku pun menyadari, bahwa di dalam hati ini masih saja terdapat makhluk beda dunia yang mengajak aku untuk mengeluh, melihat peristiwa dari sisi negatif, bahkan mengajak aku untuk bermain dengan nafsu. tapi aku pun menyadari, bahwa untuk menjadi "seseorang" yang benar-benar "ORANG" aku harus meminimalisir itu semua. walau terkadang, ingin rasanya berontak, bahwa AKU INI BUKAN ROBOT! AKU PERLU ISTIRAHAT! AKU BUKAN NARAPIDANA SEKOLAH! AKU BUKAN KAMBING! AKU... AKUU.... ya Allah, ampuni hambamu :'(
fikiran-fikiran itu hanya terjadi ketika tahun 2012 saja, flashbeck bahwa tahun 2012 memang tahun yang menjadi cambukan pribadi ku saat ini. tahun yang selalu membuat air mata terus mengalir ketika mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan itu. kemalasan-kemalasan itu. dan sudah cukup aku mengukir kisah buruk disana. karena kini, di 2013 aku memiliki banyak cetakan baru dalam lembaran hidup.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

mengHIDUPkan apa yang seharusnya hitup diantara kematian ini


Sadar ataupun tidak, remaja pada abad ke 21  memang telah mengalami metamorfosa kehidupan, ke arah lebih baik kah? Entahlah. namun sepertinya tidak, melainkan semakin amat menjauh dari keadaan yang seharusnya, Yaitu keadaan dimana para pemuda-pemudi yang bermanfaat untuk keluarganya, agamanya, terlebih untuk dirinya sendiri menjadi sosok yang rapuh. kini reputasi dan nilai moral dijadikan nomor ke 99, bahkan akhlak mulia pun di keterbelakangkan, yang menjadi nomor satu ialah fashion, apa yang update terkini, gaya hidup, apa pendapat temannya, nongkrong dan lain sebagainya . ini kenyataanya. bahkan, banyak dari mereka yang beragama islam namun malu dan enggan untuk belajar menkaji ilmu agamanya ke pengajian, belajar membaca Al-qur’an. Jangan kan untuk menghapal, membacapun enggan. Padahal Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-alaq “bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan” dan imam kiat yang cerdas pun, imam syafi’i telah hafal al-qur’an pada umur 6 tahun. Subhanallah, jauh sekali dengan kita para pemuda-pemudi indonesia. Banyak yang diutarakan jika telah diajak kepada jalan kebenaran oleh teman, sahabat, orang tua, atau siapapun dengan berbagai macam alasan, kebanyakan dari mereka  telah menjalani rutinitas yang menyimpang dalam koridor islam. Padahal, remaja itu adalah pemimpin pada masa yang akan datang. Bagaimana mungkin ciri-ciri remaja seperti ini dijadikan pemimpin dimasa depan bukan? Ini merupakan PR penting  untuk para orang tua, guru, serta sahabat yang shalih/shalehah untuk mengajak, mengayomi, serta membimbing ke jalan kebenaran. remaja yang telah mati karena kalah melawan zaman, akan terlena karenanya. Memang tidak semua remaja seperti ini, tapi kebanyakan dari mereka memang telah salah berjalan, bahkan ada yang telah tersesat. Seandainya saja, ketika ia tersesat, lalu tidak malu untuk bertanya, tentu akan selamat. Teori “malu bertanya sesat dijalan” padahal sudah bukan kata asing ditelinga, untuk anak usia TK pun sudah tentu mengerti. Tetapi kebanyakan dari mereka tetap menuhankan nafsunya. Sama halnya dengan kehidupan, kita hidup bukan milik sendiri, namun kita hidup untuk bersosialisasi, bahkan nabi muhammad SAW pun mengajarkan kepada umatnya, bahwa manusia yang semasa hidupnya beribadah kepada Allah S.W.T namun ia berada sendirian di atas gunung, ia tidak lebih baik daripada manusia yang pandai dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Lihatlah, nabi pun berkata demikian. Kita jangan menjadi “shaleh/shalehah sendirian”
Tidak semua dari para remaja memiliki kepribadian seperti hal nya yang telah kita bahas diatas. tetapi, kita patut prihatin dengan keadaan, di era globalisasi saat ini, perlu kita tinjau ulang apa yang telah menjadi asupan kehidan dalam bergaul, perlu kita cerna baik-baik dan tentunya harus kritis terhadap lingkungan. Jangan sampai, nafsu kehidupan merenggut masa depan muda-mudi indonesia! Khususnya remaja islam di kehidupan saat ini, banyak teman-teman kita diluar sana yang telah salah dalam melangkah, banyak hati dan jiwa-jiwa mati yang perlu bimbingan dan motivasi dari kita wahai para muda-mudi cerdas, muda-mudi yang berakhlak mulia, yang rela memberikan cintanya karena Allah untuk para sahabat-sahabatnya.bisa kita lihat faktanya disini bahwa telah banyak kejadian-kejadian yang membuat bulukuduk merinding, ada teman kita yang akan menjelang UN ternyata dia terkena MBA ( Married By Accident) ada pula yang hidupnya suram karena ketergantungan kepada narkoba. Ini perlu menjadi perhatian penting kita, pun ketika hidup kita memang tidak se-sempurna seperti dalam kisah-kisa perfileman indonesia, tapi kita harus bermanfaat untuk orang lain, kita harus menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan, menjadi pribadi yang bermanfaat. Ajak mereka bangkit, jangan kita ikut-ikutan menjadi terpuruk dalam lingkungan yang buruk. Simak firman Allah dalam surat Al-Rad ayat 11 berikut ini
bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-sekali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”
Bagi kalian yan merasa kehidupannya telah mati, ingatlah! Selama nafas masih berhembus, selama jantung masih setia untuk berdetak, tidak ada kata terlambat untuk berubah, karena Allah berkata bahwa tidak akan merubah nasib seseorang tanpa ia mengubahnya sendiri, itu artinya, kita harus bergerak dan bangkit! Hidupkan lingkungan mu dengan prestasimu, jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain, karena “sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain” 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

BerHijab. menaati perintah Allah ataukah........?


Kini, banyak kita jumpai muslimah-muslimah yang mengenakan jilbab, atau yang kini populer disebut dengan hijab, bebas beraktivitas dengan kesibukan masing-masing. ada yang pergi ke kantor, pergi mengajar, ke pabrik, ataupun pergi ke sekolah untuk belajar. Begitu cantik dan anggun dengan busana dan hijab yang selaras dengan wajah mereka. Bahkan, bisa kita lihat di pelataran kota, di dalam mall-mall besarpun, semakin banyak wanita-wanita berhijab. Untuk saat ini, tidak ada lagi istilah “hanya ibu-ibu dan nenek-nenek saja yang menggunakan jilbab, kita mah masih muda, rambut masih bagus, sayang banget kalo di tutupin” hmm, no no no! Kata-kata yang fatal jika remaja islam berkata demikian. Taukah gadis? jilbab itu menjagamu, jilbab itu melindungimu dari fitnah dunia, dan melindungi dari panasnya api neraka J
Semakin canggih teknologi dan perkembangan zaman, manusia semakin hari semakin terus berinovasi untuk menciptakan karya yang menakjubkan, terutama dunia fashion. Kini, hijab menjadi trend remaja muslimah, designer-designer menciptakan trend hijab sehingga bagi para wanita yang ingin tetap tampil update dan gaul, tetapi tetap bisa menjalankan syari’at islam. Perlu kita tinjau ulang mengenai ini, karena banyak terjadi penyimpangan-penyimpanan dalam penerapannya. Ingatlah bahwa “innamal ‘amalu binniyat” segala amal perbuatan itu tergantung dari niatnya, berhijab itu untuk menaati perinatah Allah, bukan untuk mengikuti trend atau ingin terlihat gaul ya J yuk kita ingatkan teman-teman yang belum tau mengenai ini, karena banyak nih yang sudah berjilbab katanya mah, tapi pakaian masih tipis. Emm (lihat tubuh kita sendiri, introspeksi) lalu, ada yang berhijab tapi di bagian kepalanya terdapat sanggul besar sehingga menyerupai punuk unta. Wah untuk yang satu ini, yuk intip hadist rosulullah SAW berikut ini yang menyebutkan bahwa akan ada dua golongan penduduk neraka; suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring akibat hiasan di kepalanya, dan kata rosulullah “ Wanita seperti itu tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium wangi surga, padahal wanginya bisa tercium dari jarak yang sangat jauh sekalipun” inalillahi, mencium wanginya saja tidak, apalagi berada dalam syurga L dan kalian tau. Jika tidak disurga berarti tempat kita dimana? Nah benar, neraka jawabannya. Naudzubillah ..
Setiap diri pribadi insan manusia merupakan cerminan untuk insan yang lainnya, ketika kita sudah merasa menaati perintah Allah dengan menutup aurat mari kita lihat lagi pribadi teman-teman di sekeliling kita, perlu digaris bawahi disini, bahwa melihat pribadi teman-teman disekeliling kita dengan menggunakan kacamata kerendahan hati, jika melihat kepada orang yang umurnya dibawah kita, lihatlah... sepertinya dia lebih sedikit berbuat dosa dan kesalahan dibandingkan dengan saya karena umur saya. Dan ketika melihat orang yang umurnya di atas kita, lihatlah.... sepertinya dia lebih banyak melakukan kebaikan dan amal-amal ibadah dibandingkan dengan saya karena umur saya. Jangan sampai hijab dengan pakaian muslimah menjadikan kita sombong, karena nabi memberi nasihat dalam hadist nya bahwa, dari Abdullah ibn Mas’ud Rasulullah SAW bersabda “ Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi” . nah loh? Seberat biji sawi, intip hati ini sebesar apakah sombong ada didalamnya, mungkin sudah bukan biji sawi lagi, tapi sebanyak garam dilautan :D yuk lihat lagi diri kita, luruskan niat kembali dalam berhijab ini, jangan sampai ada setitik riya dalam hati ini, penyakit hati yang satu ini nih yang sulit untuk dirasakan, karena riya itu seperti langkah kaki semut hitam di atas batu yang berjalan dikegelapan malam. Masuk menyelusup kedalam hati tanpa disadari si pemiliknya.

Teruslah perbaiki diri yang keredil ini, jangan menjadikan hijab sebagai perhiasan, tetapi sebagai lambang  bahwa kita wanita muslimah. wanita itu istimewa, Allah melindunginya dengan cara memerintahkan untuk berjilbab, jadi yang mau dilindungi dan tidak dilindungi silahkan pilih sendiri, choose your life, wanna be the winner or loser.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments