like an animal?

terik matahari masih setia dengan tugasnya untuk menyinari jagat raya. aku tersipu ketika melihat burung sedang bermain bersama tepat diatas kepalaku, diatas pohon sebagai tempat berteduhku. entahlah, mungkin mereka sepasang suami istri :) upss, aku lupa. mereka hewan, mereka tidak seperti manusia yang harus berada dalam ikatan pernikahan jika ingin beradu mesra dimuka publik, memamerkan cinta mereka. mereka bebas mengekspresikan cinta tanpa perlu ada ikatan pernikahan, selagi saling suka. dan... aku baru menyadari, kini kehidupan memang perlu diperbaiki, kebanyakan dari manusia sudah jauh dari etika moral yang sesungguhnya. aku sedih, miris bukan main. ini juga menjadi pelajaran tersendiri untukku. bahwa aku bukan binatang!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

berita..

"beb, ayo kita reuni, kangen nih! kangen anak-anak smp, yuuk?"
suara itu... dari seorang sahabatku yang membuat lamunanku buyar dan tertuju pada lorong waktu dimasa-masa putih biru, aku rindu mereka. Rabb, jaga mereka selalu dalam lindunganmu.


dahulu, masa-masa itu tidak akan pernah hilang dimakan waktu. angan-anganku memutar kenangan indah bersama mereka, tetapi seketika perasaanku berubah menjadi iba. ketika sahabatku menyembunyikan sesuatu. sesuatu yang menyayat hati dan batinku. 
dia terbata-bata ketika aku menyebutkan Dia, ini ada apa? mengapa? 
dengan keras sahabatku menyembunyikan berita mengenai salah satu teman kami, tetapi akhirnya terbuka saat dipancing oleh temanku yang lain. dan sahabatku, biasa ku panggil Bebep, mulai membuka percakapan.
"beb, yuk kita jenguk. kan dia sudah punya anak :) " 
seperti ada petir menyambar uluh hati ini, apaa? sahabatku? yang benar saja? oh mungkin dia telah menemukan hidup barunya, tapi.... tapi kan, dia masih sekolah? sekolahnya? 
percakapan itu menjadi semakin terdengar miris, istigfar tidak henti terucap. rabb, lindungi sahabatku :'( semoga ia bisa bahagia dan bisa membahagiakan anaknya. dari sini aku berfikir, Rabbi izinkanlah aku Istiqomah dijalanMU.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

atang

Ketika aku dituntutuntuk mengubur semua ini sebelum waktu tiba. Aku menguburnya. Dan aku biarkan mati begitu saja. Ku kubur dalam-dalam tanpa peduli lagi akibat apapun itu. Tapi seketika perasaanku menjadi cerah, seperti ada cahaya terang dalam hatiku, cahaya yang sulit di ungkapkan. Aku bahkan tidak menangis dan merasa kehilangan ketika menguburnya, malah aku merasa seperti terlepas dari beban berat dihati, entahlah. Tapi itu yang kurasakan. Akus senang, aku menyukai semua ini, di hidup baruku, setelah menguburnya, aku menemukan dunia baru yang cerah! Ini serius. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang tidak beres, dan ketika aku menyadari sepertinya satu persatu ada yang tidak seimbang disini. Di atas kubur an itu terdapat suatu rencana tuk bisa mendirikan pondasi yang menjulang tinggi nan Megah! Awalnya ku buat pondasi itu sedikit demi sedikit, tapi yang tak beres disini adalah aku baru tersadar bahwa terdapat kerapuhan material yang ku miliki, material yang tak tahan goncangan, retak akibat pergeseran kuburan dibawanya yang aku rasa kian ingin keluar dari singgasanannya. Wah ini tidak boleh terjadi! Yang ku anggap mati ternyata masih hidup, walau tidak berkutik keluar dan aku masih bisa mengaturnya. Tapi.... heey, dia masih hidup. Segala puji bagi Allah, aku menangis? tenang saja, aku sudah menangis! Tapi aku menangis adalah agar ia lekas-lekas mati saja! Namun, apa daya, aku hanya seonggok daging yang tak kuasa. Ternyata sikapku yang menguburnya salah besar, aku tidak akan kuasa mengubur, apalagi membuatnya mati. Ternyata aku hanya dapat menyimpan. Dan ku ambil pada saat yang tepat. Pada saat rencana pondasi yang kubuat sudah cukup kokoh dan megah. Tahan terhadap apapun. Dan  ternyata, yang telah aku kubur tidak layak untuk aku bunuh, hanya saja perlu disimpan pada tempat yang rapih, dan akan ku ambil lalu ku letakan di atas bangunan megah tadi 



Rabbi,  Al-aziz ampuni hambamu. Dengan segala kerendahan hati, ku manage dan atur ini sedemikian rupa. Dengan terus menggali ilmu-MU yang maha luas, untuk mendapatkan material yang sempurna. Dan menjadi insan yang mulia pula. karena aku seorang akhwat yang pada dasarnya memiliki kerapuhan dalam membangun. Namun, aku adalah ATANG, AKHWAT TANGGUH :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

JAGALAH HATI

dengan kesibukan saya dari berbagai aktivitas sekolah, rasanya waktu berjalan begitu cepat, kini saya memasuki kelas 3 SMA. padahal rasanya baru kemarin menunggu seleksi penerimaan siswa baru. subhanallah, banyak pengalaman demi pengalaman yang menjadikan saya menjadi pribadi yang berbeda, ketika saya melihat ke belakang atau masalalu, rasanya bendungan air mata tidak tertahan lagi. saya malu, malu kepadaNYA, mengapa saya dulu begini, mengapa saya dulu melakukan itu, terlebih dengan berbagai pilihan hidup yang salah yang telah saya lakukan. saya sedih, mengapa saya tidak merawat hati saya sejak dulu. well, this is newer life. I'm Hayati Nufus! terus mencoba memperbaiki diri menjadi muslimah.



ini jalanku, menjadi BUNGA MAWAR. that's my ideology, Akhwat yang cantik adalah ia yang bisa menempatkan dimana ia harus bersikap. menjaga dirinya. aku selalu iri kepada senior yang ia sudah pandai bersikap dan menjaga hatinya. bicara maslah hati, kembali lagi kepada hatiku yang terkadang masih butuh nutrisi atau suplemen penguat hati. saat liqo, aku diberitahukan bahwa hati juga bisa berkarat, bahkan mati apabila ia tidak dirawat dengan benar. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah bersabda, Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya, ia adalah hati.” (Muttafaq ‘alahi). 

Makna yang pertama, adalah daging kecil yang terletak di dalam dada sebelah kiri dan di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam. 
Makna yang kedua, merupakan bisikan halus ketuhanan (rabbaniyah) yang berhubungan langsung dengan hati yang berbentuk daging. Hati inilah yang dapat memahami dan mengenal Allah serta segala hal yang tidak dapat dijangkau angan-angan.
Hati yang TenangHati ibarat  cermin. Jika tidak dirawat dan dibersihkan,  ia mudah kotor dan berdebu. Karena itu, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah pernah mengatkan bahwa hati manusia terbagi dalam 3 kriteria; Qalbun Salim  (hati yang sehat), Qalbun Mayyit  (hati yang mati) dan Qalbun Maridh (hati yang sakit). Hati yang sakit (Qalbun Maridh), ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya; Riya’, hasrat ingin dipuji, Hasad, dengki, ghibah dan sebagainya. Juga sombong dan tamak. Orang yang memiliki Qalbun maridh (hati yang sakit) akan sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya, Melihat orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan beroleh karunia rizki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya menjadi benci
Dihadapkan pada siapapun yang memiliki kelebihan, hatinya akan serta merta menyelidiki bibit-bibit dan kekurangannya, Bila sudah ditemukan hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang berharga, ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan bibit dan kekurangan orang itu kepada siapa saja, agar kelebihannya menjadi tenggelam, naudzhubillah Sungguh rnalang dan kasihan orang yang kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit.Yang lebih parah adalah hati yang mati (Qalbun Mayyit). Hati ini sepenuhnya di bawah kekuasaan hawa nafsu, sehingga ia terhijab dari mengenal Allah Subhanahu Wata’ala. Hari-harinya adalah hari-hari penuh kesombongan terhadap allah, sama sekali ia tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tidak mau menjalankan perintah dan apa-apa yang diridhai-Nya. Hati model ini berada dan berjalan bersama hawa nafsu dan keinginan-nya walaupun sebenarya hal itu dibenci dan dimurkai Allah. Ia sudah tak peduli, apakah Allah ridha kepadanya atau tidak? Sungguh, ia telah berhamba kepada selain Allah Bila mencintai sesuatu, ia mencintainya karena hawa nafsunya. Begitu pula apabila ia menolak, mencegah, membenci sesuatu juga karena hawa nafsunya.Sementara itu, hati yang baik dan sehat disebut Qalbun Salim. Inilah hatinya orang beriman. Hati ini adalah hati yang hidup, bersih, penuh ketaatan dengan cahaya terangnya dan bertenpat di nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang).  
Qalbu berkarat karena dua hal yaitu lalai dan dosa. Dan pembersihnya-pun dengan dua hal yaitu istighfar dan dzikrullah.” [HR.Ibnu Ab’id dun ya Al-Baihaqi]. Wallahu a’lam.*




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments