atang
Ketika aku dituntutuntuk mengubur semua ini sebelum waktu
tiba. Aku menguburnya. Dan aku biarkan mati begitu saja. Ku kubur dalam-dalam
tanpa peduli lagi akibat apapun itu. Tapi seketika perasaanku menjadi cerah,
seperti ada cahaya terang dalam hatiku, cahaya yang sulit di ungkapkan. Aku bahkan
tidak menangis dan merasa kehilangan ketika menguburnya, malah aku merasa
seperti terlepas dari beban berat dihati, entahlah. Tapi itu yang kurasakan. Akus
senang, aku menyukai semua ini, di hidup baruku, setelah menguburnya, aku
menemukan dunia baru yang cerah! Ini serius. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada
yang tidak beres, dan ketika aku menyadari sepertinya satu persatu ada yang
tidak seimbang disini. Di atas kubur an itu terdapat suatu rencana tuk bisa
mendirikan pondasi yang menjulang tinggi nan Megah! Awalnya ku buat pondasi itu
sedikit demi sedikit, tapi yang tak beres disini adalah aku baru tersadar bahwa
terdapat kerapuhan material yang ku miliki, material yang tak tahan goncangan,
retak akibat pergeseran kuburan dibawanya yang aku rasa kian ingin keluar dari
singgasanannya. Wah ini tidak boleh terjadi! Yang ku anggap mati ternyata masih
hidup, walau tidak berkutik keluar dan aku masih bisa mengaturnya. Tapi....
heey, dia masih hidup. Segala puji bagi Allah, aku menangis? tenang saja, aku
sudah menangis! Tapi aku menangis adalah agar ia lekas-lekas mati saja! Namun,
apa daya, aku hanya seonggok daging yang tak kuasa. Ternyata sikapku yang
menguburnya salah besar, aku tidak akan kuasa mengubur, apalagi membuatnya mati.
Ternyata aku hanya dapat menyimpan. Dan ku ambil pada saat yang tepat. Pada saat
rencana pondasi yang kubuat sudah cukup kokoh dan megah. Tahan terhadap apapun.
Dan ternyata, yang telah aku kubur tidak
layak untuk aku bunuh, hanya saja perlu disimpan pada tempat yang rapih, dan
akan ku ambil lalu ku letakan di atas bangunan megah tadi
Rabbi, Al-aziz ampuni
hambamu. Dengan segala kerendahan hati, ku manage dan atur ini sedemikian rupa.
Dengan terus menggali ilmu-MU yang maha luas, untuk mendapatkan material yang
sempurna. Dan menjadi insan yang mulia pula. karena aku seorang akhwat yang
pada dasarnya memiliki kerapuhan dalam membangun. Namun, aku adalah ATANG,
AKHWAT TANGGUH :)







0 komentar:
Plaas 'n opmerking