mengHIDUPkan apa yang seharusnya hitup diantara kematian ini


Sadar ataupun tidak, remaja pada abad ke 21  memang telah mengalami metamorfosa kehidupan, ke arah lebih baik kah? Entahlah. namun sepertinya tidak, melainkan semakin amat menjauh dari keadaan yang seharusnya, Yaitu keadaan dimana para pemuda-pemudi yang bermanfaat untuk keluarganya, agamanya, terlebih untuk dirinya sendiri menjadi sosok yang rapuh. kini reputasi dan nilai moral dijadikan nomor ke 99, bahkan akhlak mulia pun di keterbelakangkan, yang menjadi nomor satu ialah fashion, apa yang update terkini, gaya hidup, apa pendapat temannya, nongkrong dan lain sebagainya . ini kenyataanya. bahkan, banyak dari mereka yang beragama islam namun malu dan enggan untuk belajar menkaji ilmu agamanya ke pengajian, belajar membaca Al-qur’an. Jangan kan untuk menghapal, membacapun enggan. Padahal Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-alaq “bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan” dan imam kiat yang cerdas pun, imam syafi’i telah hafal al-qur’an pada umur 6 tahun. Subhanallah, jauh sekali dengan kita para pemuda-pemudi indonesia. Banyak yang diutarakan jika telah diajak kepada jalan kebenaran oleh teman, sahabat, orang tua, atau siapapun dengan berbagai macam alasan, kebanyakan dari mereka  telah menjalani rutinitas yang menyimpang dalam koridor islam. Padahal, remaja itu adalah pemimpin pada masa yang akan datang. Bagaimana mungkin ciri-ciri remaja seperti ini dijadikan pemimpin dimasa depan bukan? Ini merupakan PR penting  untuk para orang tua, guru, serta sahabat yang shalih/shalehah untuk mengajak, mengayomi, serta membimbing ke jalan kebenaran. remaja yang telah mati karena kalah melawan zaman, akan terlena karenanya. Memang tidak semua remaja seperti ini, tapi kebanyakan dari mereka memang telah salah berjalan, bahkan ada yang telah tersesat. Seandainya saja, ketika ia tersesat, lalu tidak malu untuk bertanya, tentu akan selamat. Teori “malu bertanya sesat dijalan” padahal sudah bukan kata asing ditelinga, untuk anak usia TK pun sudah tentu mengerti. Tetapi kebanyakan dari mereka tetap menuhankan nafsunya. Sama halnya dengan kehidupan, kita hidup bukan milik sendiri, namun kita hidup untuk bersosialisasi, bahkan nabi muhammad SAW pun mengajarkan kepada umatnya, bahwa manusia yang semasa hidupnya beribadah kepada Allah S.W.T namun ia berada sendirian di atas gunung, ia tidak lebih baik daripada manusia yang pandai dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Lihatlah, nabi pun berkata demikian. Kita jangan menjadi “shaleh/shalehah sendirian”
Tidak semua dari para remaja memiliki kepribadian seperti hal nya yang telah kita bahas diatas. tetapi, kita patut prihatin dengan keadaan, di era globalisasi saat ini, perlu kita tinjau ulang apa yang telah menjadi asupan kehidan dalam bergaul, perlu kita cerna baik-baik dan tentunya harus kritis terhadap lingkungan. Jangan sampai, nafsu kehidupan merenggut masa depan muda-mudi indonesia! Khususnya remaja islam di kehidupan saat ini, banyak teman-teman kita diluar sana yang telah salah dalam melangkah, banyak hati dan jiwa-jiwa mati yang perlu bimbingan dan motivasi dari kita wahai para muda-mudi cerdas, muda-mudi yang berakhlak mulia, yang rela memberikan cintanya karena Allah untuk para sahabat-sahabatnya.bisa kita lihat faktanya disini bahwa telah banyak kejadian-kejadian yang membuat bulukuduk merinding, ada teman kita yang akan menjelang UN ternyata dia terkena MBA ( Married By Accident) ada pula yang hidupnya suram karena ketergantungan kepada narkoba. Ini perlu menjadi perhatian penting kita, pun ketika hidup kita memang tidak se-sempurna seperti dalam kisah-kisa perfileman indonesia, tapi kita harus bermanfaat untuk orang lain, kita harus menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan, menjadi pribadi yang bermanfaat. Ajak mereka bangkit, jangan kita ikut-ikutan menjadi terpuruk dalam lingkungan yang buruk. Simak firman Allah dalam surat Al-Rad ayat 11 berikut ini
bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-sekali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”
Bagi kalian yan merasa kehidupannya telah mati, ingatlah! Selama nafas masih berhembus, selama jantung masih setia untuk berdetak, tidak ada kata terlambat untuk berubah, karena Allah berkata bahwa tidak akan merubah nasib seseorang tanpa ia mengubahnya sendiri, itu artinya, kita harus bergerak dan bangkit! Hidupkan lingkungan mu dengan prestasimu, jadilah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain, karena “sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain” 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Plaas 'n opmerking